Kamis, 05 Februari 2015

REKENING TWO IN ONE PRUDENTIAL

Sebagaimana sudah diketahui dari penjelasan sebelumnya bahwa untuk mempersiapkan dana pensiun atau dana pendidikan anak membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bisa jadi butuh waktu 7 tahun, 10 tahun atau 20 tahun, bukankah demikian?

Cara yang paling mudah untuk mempersiapkan kedua dana tersebut adalah dengan cara menabung setiap bulannya, semakin lama masa menabung Anda semakin ringan nilai tabungan per bulan yang harus dikeluarkan untuk tujuan yang sama.

Sebagian besar orang biasanya akan menabungkan uangnya di rekening bank, mari kita lihat ilustrasi jika Anda menabungkan uang Anda di bank sebagai berikut :

Nilai yang ditabungkan per bulan misalkan 1 juta rupiah, selama 10 tahun masa menabung, maka:


Sehingga total nilai tabungan Anda setelah 10 tahun menabung adalah 120 juta + bunga (bagi hasil), bukankah demikian?

Kita semua tentunya berharap & berdo’a semoga semua berjalan lancar selama masa menabung demi tercapainya cita-cita (pensiun, pendidikan & dana darurat), tetapi kenyataannya kita tetap tidak dapat menjamin selama 10 tahun masa menabung (jangka yang cukup lama bukan?) tidak terjadi musibah terhadap kita, seperti sakit & harus dirawat, sakit kritis atau bahkan kecelakaan yang menyebabkan cacat/meninggal dunia?

Pertanyaannya adalah :

Apa yang dapat diberikan oleh bank ketika Anda atau keluarga mengalami musibah tersebut? Tentunya hanya saldo tabungan Anda yang sudah terkumpul bukan? Berarti Anda harus mengambil tabungan. Jika demikian lalu bagaimana dengan ‘nasib’ cita-cita kita? Pensiun nyaman & dana pendidikan bisa hancur berantakan. Kesimpulannya, rencana keuangan Anda belum aman karena tidak ada proteksi untuk pencapaiannya dan lagi bagi hasil bank (bunga) yang hanya mengimbangi inflasi maka sebaiknya tabungan ini tidak menjadi pilihan pertama untuk rencana keuangan jangka panjang Anda. Kelebihan yang ada di bank hanya 1, yaitu hasil investasi yang Anda dapatkan pada tabungan bersifat pasti, yaitu 8-9% per tahun.

Sekarang bagaimana bedanya jika Anda merencanakan pensiun & dana pendidikan dengan menabung di rekening ‘two in one’ PRUdential syariah?

Misalkan kita menabung dengan nilai 1 juta rupiah/bulan di rekening PRUdential, maka:


Selain itu, selama menjadi nasabah PRUdential, nasabah akan mendapatkan santunan :

  • Rawat inap,ICU, operasi dengan total +/- 150 juta per tahun
  • Santunan kecelakaan hingga +/- 200 juta
  • Santunan ahli waris (santunan meninggal) +/- 200 juta

Apapun yang terjadi (apakah nasabah sakit & harus dirawat, sakit kritis, kecelakaan atau bahkan meninggal dunia), nasabah tidak perlu mengambil tabungannya seperti halnya jika kita menabung di bank, bahkan akan mendapat santunan. Sehingga rencana pensiun & pendidikan anak akan tetap tercapai.

Lalu bagaimana kalau kita sehat-sehat saja selama masa menabung? Tabungan PRUdential akan memberikan seluruh saldo tabungan nasabah dengan bagi hasil yang lebih tinggi dibanding dengan di bank.

KESIMPULANnya adalah : Jika Anda sehat walafiat selama menjadi nasabah, maka rekening PRUdential akan menjadi rekening biasa seperti bank dengan bagi hasil yang lebih tinggi, tetapi jika nasabah terkena musibah, maka rekening PRUdential akan menjadi rekening khusus yang akan memberikan santunan (proteksi) dan mengamankan cita-cita nasabah.

Berikut adalah beberapa contoh manfaat yang akan didapatkan bagi para nasabah yang menabungkan uangnya di Rekening Two in One (PAA) PRUdential (Syariah & Konvensional), diambil dari nasabah saya:

Spesifikasi : Laki-laki, tidak merokok, usia 28 tahun
Pekerjaan : Dokter
Tabungan : 1 juta/bulan


Dari tabel di atas, apapun yang akan terjadi dengan si nasabah sudah ada proteksi yang siap meng-cover, berikut saya gambarkan kemungkinan kejadian yang terjadi bagi si nasabah (juga bagi setiap orang bukan?) dari kemungkinan terburuk hingga terbaik:


Dari kedua tabel di atas terlihat bahwa, dengan tidak melihat sakit/sehat/meninggal/hidup, tabungan two in one (PAA) Prudential untuk jangka panjang jauh lebih bermanfaat. Kecuali Anda hanya akan menabung dalam jangka 1-2 tahun saja, jika demikian sebaiknya Anda menabung di bank (jangka pendek).

Untuk Info lebih lanjut, silakan hubungi : 0813 8844 8553 or mailto: hamidchuluq@yahoo.co.id
Akan lebih baik jika disebutkan,

1. nama (sesuai KTP)
2. Tanggal lahir
3. Jenis pekerjaan
4. Rencana menabung per bulan
5. Tujuan menabung (proteksi/proteksi&investasi/investasi)
6. Tunjangan kesehatan saat ini (Ada/tidak ada sama sekali)

Sehingga kami bisa membuatkan ilustrasi yang sesuai berdasarkan kondisi & tujuan masing-masing nasabah.
Lihat juga tulisan lainnya mengenai rencana keuangan keluarga

MENABUNG & RENCANA KEUANGAN KELUARGA

Membangun rencana keuangan keluarga pada kenyataannya tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak sekali hambatan & tantangan yang ditemui dalam perjalanannya, hanya keluarga yang telah memiliki kesadaran yang kuat, tekad yang kuat & konsistensi yang tinggilah yang akan mencapai puncak pencapaian.
Kunci kesuksesan sepenuhnya ada pada diri kita masing-masing sebagai anggota keluarga, terutama pada diri pencari nafkah atau kepala keluarga.
Namun demikian, tidak ada salahnya saya menyampaikan kembali sedikit & sesederhana mungkin mengenai gambaran rencana keuangan. Semoga bagi Anda yang sudah mengetahui sebelumnya menjadi lebih yakin & semakin menyadarinya, dan bagi Anda yang ‘kebetulan’ baru mendengarnya menjadi sadar dan tergerak untuk membangun rencana keuangan keluarganya saat ini juga.


Dua aturan pokok rencana keuangan keluarga dalam mengatur pendapatan:

1. Minimal 30% ditabungkan
(jika belum memungkinkan, boleh saja 20%nya untuk bayar utang, jadi minimal 10% harus ditabungkan)

2. Selebihnya (70%), digunakan untuk tagihan rutin & biaya hidup
Masyarakat Babilonia yang terkenal kaya & sejahtera selalu menerapkan dua hal tersebut. Bagaimana jika kondisi pembagian keuangan kita saat ini tidak seperti di atas? Maka mau tidak mau, suka tidak suka, jika ingin keuangan kita semakin membaik maka kita harus melakukan 2 langkah solusi :


Biasanya, yang langsung dapat kita lakukan adalah langkah pertama, yaitu kita efesiensikan & efektifkan pengeluaran kita. Selanjutnya kita cari jalan (yang halal tentunya) untuk dapat menambah penghasilan kita. Jika hukum 30/70 di atas sudah dilakukan, maka (InsyaAllah) kondisi keuangan kelurga akan terus semakin membaik sehingga berapapun utang kita akan bisa dilunasi & berapapun uang yang ingin kita kumpulkan akan terkumpul, tinggal masalah waktunya saja.
Jadi jika saat ini penghasilan Anda (take home pay) adalah Rp. 5.000.000,- maka yang sebaiknya ditabungkan adalah 30% x 5.000.000 = Rp. 1.500.000,-. Hah?... besar juga ya?... ya, memang lumayan besar, apalagi menurut masyarakat kita yang tidak terbiasa menabung & biasa menghabiskan seluruh gaji bulanannya.
Dari Rp. 1.500.000,- tersebut sebaiknya dibagi menjadi tabungunan jangka pendek, sedang & jangka panjang. Misalkan Rp. 750.000 untuk jangka pendek & setengahnya lagi untuk jangka panjang.

Selanjutnya mari kita lihat apa manfaatnya jika kita menabung lebih awal & dilakukan dengan konsisten. Berikut adalah cerita tentang Pak Siap & Pak Telat :
Pak Siap sudah mulai menabung sejak usia 30 tahun, sementara pak Telat karena ‘keseringan’ berpikir “ah, nanti saja kalau sudah longgar”, “nanti saja kalau cicilan sudah lunas”, “nanti saja, nanti saja & nanti saja” maka ia baru menabung di usia 35 tahun.
Kita lihat berapa dana yang harus dikeluarkan oleh Pak Siap & Pak Telat agar memperoleh nilai yang sama Rp. 500 juta di usia 50 tahun (asumsi rate 12%) :


Ternyata untuk memperoleh nilai 500 juta di usia 50 tahun, Pak Siap hanya mengeluarkan 105 juta, sementara Pak Telat harus mengeluarkan 168 juta, selisih 63 juta.
Hanya karena gara-gara menunda menabung dalam 5 tahun Pak Telat sudah ‘nombok’ 63 juta untuk hasil yang sama dengan Pak Siap di usia 50 tahun. Jika dirata-ratakan per tahun-nya Pak Telat sudah ‘rugi’ = 63 juta/5 tahun = 12,6 juta per tahun!!! atau ‘rugi’ nilai sebesar 1 juta per bulan!!!

Dari tabel tersebut terlihat bahwa Pak Siap hanya menabung 875 ribu/bulan, tetapi Pak Telat harus menabung 1,4 juta/bulan dengan masa menabung yang sama yaitu 10 tahun.
Semakin besar nilai akhir yang ingin Anda capai, maka semakin besar pula kerugian jika Anda menunda memulainya dari sekarang. Jika demikian, masihkah Anda ingin menunda menabung??? Apapun alasannya.